BANDUNG BARAT – Sebanyak 11 keluarga di Desa Sadangmekar, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, mendapatkan sambungan listrik gratis setelah bertahun-tahun bergantung pada meteran milik keluarga atau tetangga. Bantuan melalui program Light Up The Dream (LUTD) dari PT PLN (Persero) tersebut memberi kesempatan bagi warga untuk menggunakan listrik secara mandiri.
Salah satu penerima manfaat, Tatang, mengaku telah lebih dari 30 tahun berbagi satu meteran listrik dengan keluarga saudaranya. Kondisi itu membuat keluarganya harus membatasi penggunaan peralatan elektronik karena khawatir beban listrik berlebih.
Selama ini, listrik di rumah Tatang lebih banyak digunakan untuk penerangan. Keluarganya jarang menggunakan penanak nasi dan setrika, sementara kegiatan memasak masih mengandalkan kayu bakar.
“Selama ini listrik paling banyak dipakai untuk lampu saja. Kalau mau pakai penanak nasi atau setrika, saya khawatir listriknya jeglek karena dipakai bersama-sama. Kalau mau menonton Persib bertanding, kadang saya pergi ke rumah saudara,” tutur Tatang.
Kini, Tatang memiliki sambungan listrik mandiri berdaya 450 volt ampere (VA). Keluarganya berharap dapat memanfaatkan listrik untuk menunjang aktivitas rumah tangga, termasuk rencana membeli lemari es agar sang istri dapat mengembangkan usaha kecil dari rumah.
Pengalaman serupa dialami Caca, warga Sadangmekar lainnya yang selama lebih dari 20 tahun menumpang sambungan listrik milik saudara. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, Caca bekerja sebagai buruh saat musim hujan dan mengambil pekerjaan serabutan ketika musim kemarau.
“Saya senang dan bersyukur sekarang sudah punya sambungan listrik sendiri di rumah. Impian saya akhirnya terwujud,” ungkap Caca.
Sebelumnya, keterbatasan listrik juga membatasi aktivitas anak-anak di rumah Caca. Putri bungsunya, Nadia, yang masih duduk di kelas I sekolah dasar, harus pergi ke rumah saudara jika ingin menonton televisi.
“Dulu Nadia harus pergi ke rumah saudara kalau ingin menonton televisi. Sekarang, kalau sudah punya uang, saya ingin sekali membeli TV supaya kami bisa menonton bersama di rumah dan Nadia semakin semangat sekolah. Terima kasih kepada PLN, bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami,” ujar istri Caca.
Tatang dan Caca merupakan dua dari 11 keluarga prasejahtera yang menerima sambungan listrik gratis melalui program LUTD pada peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81, Rabu (28/10/2026). Program tersebut didukung donasi sukarela pegawai PLN dan sejumlah entitas PLN Group.
Kepala Desa Sadangmekar Dede Paridi mengatakan jaringan listrik PLN sebenarnya telah menjangkau wilayah desanya. Namun, keterbatasan ekonomi masih membuat sejumlah keluarga belum mampu memasang sambungan sendiri sehingga harus berbagi meteran, bahkan satu sambungan digunakan hingga enam rumah.
“Jaringan listrik sebenarnya sudah tersedia, tetapi masih banyak warga yang belum mampu memasang sambungan sendiri. Program ini sangat membantu masyarakat kami, sekaligus meringankan upaya pemerintah desa dalam memenuhi kebutuhan listrik warga yang kurang mampu,” ujar Dede.
Dede berharap bantuan penyambungan listrik dapat menjangkau lebih banyak keluarga yang membutuhkan. Pemerintah desa juga berharap dukungan serupa dapat diberikan kepada fasilitas umum seperti PAUD dan posyandu yang sebagian masih bergantung pada sambungan listrik warga sekitar.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat Muhammad Joharifin mengatakan kepemilikan sambungan listrik mandiri dapat memberi keleluasaan bagi keluarga dalam mengelola kebutuhan energi rumah tangga. Akses tersebut juga diharapkan mendukung kegiatan belajar anak dan membuka peluang usaha dari rumah.
“Bagi sebagian orang, memiliki meteran listrik sendiri mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi keluarga yang telah puluhan tahun bergantung pada sambungan orang lain, hal ini merupakan mimpi besar yang akhirnya terwujud. Kami ingin listrik yang dihadirkan PLN tidak hanya menerangi rumah, tetapi juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik,” ujar Joharifin.
Pada momentum HLN ke-81, PLN UID Jawa Barat bersama PLN Group menggalang dukungan untuk menghadirkan 2.710 sambungan listrik gratis bagi keluarga prasejahtera di berbagai wilayah Jawa Barat. Sejak 2023, insan PLN UID Jawa Barat telah menghadirkan 4.124 sambungan listrik gratis melalui program LUTD.
Program tersebut didukung donasi sukarela pegawai PLN UID Jawa Barat, Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN, serta kolaborasi sejumlah entitas PLN Group, yakni PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah, PLN Pusharlis, PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah, PLN Electricity Services Unit Pelaksana 1 Jawa Barat, dan PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Barat.