Nasional

Toyota siapkan bZ4X untuk taksi otonom Waymo

Toyota siapkan bZ4X untuk taksi otonom Waymo

Jepang (ANTARA) - Toyota memperkenalkan versi modifikasi besar dari crossover listrik bZ yang dirancang untuk digunakan sebagai taksi otonom milik Waymo.

Laman Carscoops, Selasa (3/11) waktu setempat melaporkan, operasional armada kendaraan tanpa pengemudi tersebut akan dimulai di Jepang pada 2027, kemudian disusul Inggris dan sejumlah pasar lain yang dilayani Waymo dalam beberapa tahun mendatang.

Selain itu, Toyota juga terus menjajaki penerapan teknologi yang dikembangkan Waymo pada model kendaraan masa depan.

Kolaborasi antara Toyota dan Waymo sebenarnya telah diumumkan tahun lalu. Namun, kedua perusahaan kini membagikan lebih banyak informasi mengenai rencana kerja sama tersebut. Salah satu yang menjadi sorotan adalah versi khusus Toyota bZ4X facelift spesifikasi Jepang, yang dipasarkan dengan nama bZ di Amerika Utara.

Mobil listrik (EV) tersebut dilengkapi sejumlah sensor Waymo yang dipasang di atap, bumper depan, spatbor depan, bumper belakang, pintu bagasi, dan spoiler belakang. Sementara itu, bagian bodi lainnya masih menggunakan desain standar bZ4X, dengan warna putih polos serta tulisan Waymo pada bagian pintu.

Selain penambahan perangkat keras di bagian eksterior, Toyota bZ yang akan digunakan sebagai kendaraan layanan transportasi berbasis aplikasi tersebut juga mendapatkan sejumlah modifikasi interior. Toyota menambahkan pintu otomatis, pintu bagasi elektrik, serta pencahayaan ambient. Perusahaan juga menjanjikan ruang kaki yang cukup luas bagi penumpang belakang.

Diproduksi dalam satu fasilitas

Kendaraan Waymo yang digunakan saat ini umumnya menjalani pemasangan sensor dan komputer setelah keluar dari jalur produksi pabrik standar. Namun, Toyota akan merakit robotaxi bZ terbaru sekaligus memasang perangkat keras otonom Level 4 milik Waymo di pabrik Takaoka, Jepang.

Pabrikan otomotif tersebut belum mengungkapkan secara terperinci spesifikasi kendaraan listrik otonom ini. Model produksi standar menggunakan arsitektur e-TNGA dan tersedia dalam pilihan satu maupun dua motor listrik, dengan tenaga maksimal mencapai 214 hp (160 kW/217 PS).

Mobil ini dibekali baterai lithium-ion berkapasitas 74,7 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 505 km berdasarkan pengujian WLTP. Sementara itu, berdasarkan standar pengujian EPA, jarak tempuhnya mencapai 406 km.

Informasi lebih lanjut mengenai kendaraan listrik tersebut diperkirakan akan diketahui ketika produksinya mulai berjalan di Jepang tahun depan. Masih belum diketahui apakah robotaxi Toyota ini nantinya juga akan beroperasi di sejumlah wilayah Amerika Serikat, seperti Phoenix, San Francisco, Los Angeles, dan Atlanta. Kehadirannya berpotensi menggantikan SUV Jaguar I-Pace modifikasi khusus milik Waymo yang telah digunakan sejak 2018.

Terakhir, kedua perusahaan mengonfirmasi bahwa mereka tengah aktif meneliti cara mengintegrasikan teknologi mengemudi otonom Waymo ke dalam kendaraan Toyota yang dimiliki secara pribadi.

Toyota dan Waymo juga bekerja sama dengan Woven by Toyota, divisi perangkat lunak Toyota, untuk memanfaatkan data operasional dari kondisi jalan sebenarnya. Upaya tersebut bertujuan meningkatkan keselamatan berkendara.