Nasional

Kapolres Magetan pastikan Polri bersinergi dengan pemda hadapi bencana

Kapolres Magetan pastikan Polri bersinergi dengan pemda hadapi bencana

Magetan (ANTARA) - Kapolres Magetan AKBP Bagas Sancoyoning Aji memastikan jajarannya di Kepolisian Resor Magetan bersinergi dengan pemerintah daerah dalam siaga menghadapi dan menangani bencana hidrometeorologi yang rawan terjadi seiring memasuki musim hujan akhir 2026 dan awal 2027.

Ia mengatakan kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak hanya bertumpu pada pengerahan personel saat terjadi kejadian, tetapi juga membutuhkan upaya pencegahan, mitigasi, dan edukasi kepada masyarakat.

"Melalui kegiatan apel ini, kami ingin memperkuat koordinasi lintas instansi agar mitigasi dan penanganan bencana bisa lebih cepat dan tepat," ujar AKBP Bagas dalam kegiatan apel kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi di halaman Mapolres Magetan, Rabu.

Menurutnya, selain bentuk dukungan pada pemda, apel tersebut digelar juga guna memastikan kesiapan personel gabungan TNI-Polri dan perangkat daerah dalam menghadapi potensi bencana, baik kesiapan personel maupun alat perlengkapan.

Ia telah menginstruksikan jajaran untuk turun langsung ke masyarakat guna mengedukasi potensi bencana di wilayah masing-masing. Langkah tersebut dilakukan menindaklanjuti instruksi Kapolda Jawa Timur sejak pekan sebelumnya.

Melalui para Bhabinkamtibmas, kepolisian melakukan identifikasi wilayah rawan sekaligus memberikan imbauan kepada warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana.

"Memasuki musim hujan, kami mengimbau masyarakat selalu siap siaga apabila terjadi hujan deras maupun angin kencang," katanya.

Kepala Pelaksana BPBD Magetan Eka Radityo menyatakan kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur. Mulai dari pemerintah, TNI, Polri, relawan, hingga masyarakat menjadi unsur penting dalam upaya penanggulangan bencana.   

"Apel ini bukan hanya seremonial, tetapi merupakan bentuk komitmen dan kesiapan kita dalam menghadapi bencana hidrometeorologi. Seluruh unsur, termasuk personel, peralatan, dan armada, harus selalu siap ketika kondisi darurat membutuhkan penanganan," kata Eka.   

Sesuai data BMKG, musim hujan diprediksi berlangsung pada akhir Oktober 2026 hingga Februari 2027. Dalam periode tersebut, sejumlah ancaman bencana berpotensi meningkat dan Kabupaten Magetan masuk dalam wilayah rawan bencana di Jawa Timur, baik tanah longsor, banjir bandang, banjir, angin kencang, hingga pohon tumbang.

Dia mengungkapkan, Kecamatan Poncol, Plaosan, Parang, dan Panekan menjadi sejumlah wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus terhadap potensi tanah longsor. Sementara itu, ancaman banjir luapan sungai selama ini kerap terjadi di Kecamatan Kartoharjo.

Memasuki musim hujan hingga awal November kejadian bencana angin kencang terjadi di Kecamatan Kartoharjo hingga tercatat sekitar 25 rumah warga dilaporkan terdampak, dengan mayoritas mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Karenanya warga diimbau meningkatkan kewaspadaan akan potensi bencana musim hujan.

Apel kesiapan bencana tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Magetan Suyatni Priasmoro, Kapolres Magetan dan jajaran, perwakilan Kodim Magetan, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magetan, dan perwakilan pejabat OPD.